If Tomorrow Never Comes

 
             Garth Brooks, salah satu penyanyi country favorit, menyanyikan lagu berjudul “IF TOMORROW NEVER COMES.” Kebanyakan lagu country mempunyai lirik tentang keluarga. Di liriknya Garth Brooks, menyanyikan, bila esok tak akan datang, maka dia akan menunjukkan betapa besar cintanya pada kekasihnya, dan akan membuat sang kekasih tidak akan pernah menyesal melewati hari-hari bersamanya.
                Bila pertanyaan di atas diajukan kepada kita, IF TOMORROW NEVER COMES, apa yang akan kita lakukan? Jawabannya bisa susah-susah gampang. Dan mungkin jawabannya bisa mencerminkan pribadi masing-masing orang. Pribadi yang egois, pribadi yang sosial, yang introvert, yang ekstrovert dll.
                Jawaban menarik, diberikan oleh seorang kakek. Dia berkata,” Bila esok tak akan datang lagi, saya ingin makan eskrim coklat sebanyak-banyaknya, tanpa perlu takut sakit gigi atau takut gemuk atau takut kadar kolesterol saya naik.”
                Jawaban lucu diberikan oleh seorang anak berumur 9 tahun,” Aku ingin main games tanpa henti…. Tanpa takut ditegur oleh orangtuaku..”
                Jawaban romantis diberikan oleh sepasang kekasih,” Aku ingin melihat wajah kekasihku terakhir kali.”
                Bila pertanyaan itu diajukan pada saya, maka jawaban saya adalah,”Saya ingin lebih berbahagia dari hari-hari sebelumnya.” Bukan berarti saya tidak berbahagia, hanya saja saya ingin lebih berbahagia lagi.
                Saya teringat film “Eat, Pray and Love.” Yang dibintangi oleh Julia Roberts (dengan senyumnya yang lebar) dan Javier Bardiem (salah satu aktor seksi tanpa harus bersusah payah menjadi seksi, begitu menurut tabloid). Film ini dibuat berdasarkan buku berjudul sama. Yang menceritakan perjalanan setahun, pengarangnya (Liz Gilbert), yang hidup perkawinannya berantakan, di tiga negara yaitu: Italia (untuk makan) , India (untuk berdoa dan meditasi) dan Indonesia (tepatnya Bali, untuk jatuh cinta), dimana akhirnya dia menemukan cinta sejatinya di Bali. Tentu saja, dengan keindahan Pulau Dewata, siapapun akan dengan mudah jatuh cinta…
                Alih-alih menata kehidupan kembali setelah berakhirnya pernikahan nya yang hambar, dia malahan melarikan diri. Liz Gilbert, merasakan bahwa IF TOMORROW NEVER COMES, maka meskipun hanya setahun, dia akan menjalankan hidup dan membuat hidupnya menjadi lebih bermakna. Mengisi kekosongan di hatinya yang diakibatkan oleh perkawinannya yang berantakan. Dan ternyata kisahnya berakhir dengan Happy ending, karena pada akhirnya dia menemukan the right man.
                Sang waktu, adalah sebuah kata tanpa bentuk, yang membentuk dan mengambil peranan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam film Kungfu Panda, Master kura-kura berkata,” Yesterday is history, Today is present, Tomorrow is mistery.” Jadi lakukanlah segala sesuatu hanya untuk hari ini. Lakukanlah segala sesuatu seakan-akan esok tak akan datang. Mencintai dan dicintai, seakan-akan esok tak akan datang.
Bila kita mencoba menjabarkan kekuatan cinta,  bisa jadi jalinan nya sederhana dan bisa juga jalinan nya demikian rumit, sampai kita bingung menentukan asal muasalnya.
Cinta yang sederhana, saat menggendong atau memeluk anakmu, kau bisa merasakan seluk beluk tulang-tulang mu sendiri di bawah tangan mu, atau mencium harum kulitmu sendiri di tengkuknya. Ini hal paling luar biasa dan paling sederhana dari menjadi seorang ibu— menemukan sebagian dirimu yang terpisah dan terlepas, dan kau tak kan mungkin hidup tanpa bagian itu. Itu perasaan yang kau dapatkan ketika kau memasang keping terakhir jigsaw puzzle seribu keping. Rasanya begitu melegakan dan begitu TEPAT….
Saya bisa menghabiskan waktu berhari-hari, kertas berlembar-lembar dan ratusan ribu kata untuk menggambarkan kekuatan cinta, apalagi ditambah dengan  tambahan “IF TOMORROW NEVER COMES”…Karena dengan waktu yang terbatas, orang akan terdorong untuk melakukan segala sesuatu lebih daripada biasanya. Dalam keadaan terdesak, seseorang akan mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya.
Mengapa kita harus menunggu “IF TOMORROW NEVER COMES” untuk melakukan kerja sosial, melakukan hobi yang tertunda sekian lama karena banyak sebab, melanjutkan sekolah, menggenapkan cita-cita yang sekian lama tertunda dan yang terpenting, MENCINTAI ORANG-ORANG TERSAYANG DI SEKITAR KITA…
Salam, Ineke H…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s