Lubang Hitam

Aku terjatuh;

dalam lubang hitam gelap, di tengah kepekatan kehidupan.

Kulihat kau dengan wajah dinginmu tapi tak kau ulurkan tanganmu untuk menangkapku.

Hanya kutangkap kilas pandang dari ujung matamu.

Kutunggu saat tubuhku terhempas ke tanah yang keras.

Saat pikiran bijakku tak dipenuhi kabut keputusasaan;

Dia optimis, jernih, tajam.

Kupandang langit harapan dan kulangkahkan kaki dengan mantap.

Nyatanya malaikat bijakku dikalahkan setan-setan bermata merah.

Aku terjatuh dalam lubang hitam tanpa dasar,

yang bernama kesedihan.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s