10 Hal Dariku yang Kuingin Suamiku Kenang

  1. Aku mengasihimu, sampai maut memisahkan, sesuai perkawinan Katolik. Dengan perjalanan perkawinan kita, cinta yang bertumbuh di antara kita adalah cinta dewasa, yang tidak lagi terhempaskan oleh emosi dan gejolak seperti percintaan remaja.
  2. Dalam bahtera rumah tangga, kaulah kaptennya, aku penumpang di dalam kabin VIP. Biarlah kapal kita hanya dikemudikan olehmu, sehingga kapal kita tetap melaju lurus, tahan oleh gelombang kehidupan dan tidak terpecah oleh karang kerasnya kehidupan. Berdirilah di sampingku, bukan di depanku. Karena, kau bukan bayang-bayangku, aku bukan bayang-bayangmu. Kau dan Aku adalah satu pribadi yang bernyanyi bersama dalam konser bernama perkawinan.
  3. Berdamailah dengan pertengkaran dan bersabarlah denganku. Pertengkaran dimulai karena perbedaan pendapat dan pengertian. Selama ini kau selalu bersabar untukku. Perjalanan kita masih panjang dan aku tidak berjanji bahwa pertengkaran itu tidak akan ada lagi. Pertengkaran akan selalu ada, tapi kita akan menyelesaikan setiap pertengkaran dengan kasih. Kemarahan yang timbul di antara kita, akan padam dengan sendirinya ketika kita saling menatap ke dalam mata satu sama lain.
  4. Jangan terus menerus mengulangi kesalahan yang sama. Manusia tidak luput dari kesalahan. Kita juga tidak luput dari melakukan kesalahan. Yang membedakan adalah, kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadi manusia yang lebih baik.
  5. Kedukaan menjadikan kasih dan ikatan di antara kita semakin kuat. Dalam suka dan duka kita selalu terikat. Terlebih dalam kedukaan. Bukankah kasih akan teruji kuat ketika kita bisa selamat melalui kedukaan, kesusahan, kesedihan dan tangisan? Pada saatnya, badai pasti berlalu.
  6. Berdamailah dengan perubahan. Kekeraskepalaan akan menyertai pertambahan usia. Jadi berdamailah dengan perubahan yang terjadi di sekitar kita, pada anak-anak kita. Semakin kau melawan perubahan, perubahan akan melawan balik padamu.
  7. Sikapilah hidup dengan positif dan humor. Sifat negatif hanya milik orang-orang yang pesimis. Dan hidup sudah terlalu berat bila kita tidak menyelipkan humor disana sini.
  8. Jadilah teladan untuk anak-anak kita. Anak-anak tetaplah anak-anak, berapapun usia mereka, mereka tetap menjadikan orangtuanya sebagai contoh. Tunjukkan bagaimana menjadi pria sejati sebagaimana dirimu, dan itulah yang akan dikenang oleh mereka kelak.
  9. Tepatilah janji selalu. Buatlah janji bila kau yakin kau bisa memenuhinya. Bila kau tidak dapat memenuhi janjimu, jangan berjanji. Janji yang selalu ditepati, mencerminkan kau adalah pribadi yang bisa dihargai dan menghargai.
  10. Nikmatilah moment saat ini. Jangan bermimpi terlalu tinggi untuk hari esok. Jangan pula terlarut akan hari lalu. Katakan selalu, dan setiap saat, “Aku menyayangimu.” Karena kita tidak akan pernah tahu, masih berapa lama lagi waktu untuk kita bisa saling menyayangi dan saling mengucapkan,”Aku menyayangimu.”

Yang Mengasihimu… Istrimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s