Warna-warna dalam Hidupku

Biru, warna ketika aku merindukanmu teramat sangat.

Kuning, warna ketika hadir harapan yang senantiasa datang beriring dengan sinar pertama mentari pagi.

Hijau, warna sebuah kedamaian yang menyelimutiku, ketika sebuah kata menghiburku.

Ungu, warna kesedihan, ketika tak kulihat nyala terang di ujung jalan yang tengah kujalani.

Putih, ketika aku merasa suci dibalik tumpukan dosaku.

Hitam, ketika mataku terpejam, tak sanggup menyaksikan kekacauan dunia.

Jingga, warna sebuah kesedihan, ketika tangan yang teracung ‘tuk sebuah pertolongan, hanya menangkap angin.

Abu-abu, warna ketika kebaikan dan keburukan tak lagi memiliki makna.

Perak, warna ketika iblis-iblis dari masa laluku, kembali ‘tuk mencengkeram hatiku.

Nila, warna kebencian bertumpuk dan keengganan ‘tuk memaafkan.

Keemasan, warna kemewahan, wangi parfum Perancis semerbak yang kusemprotkan di belakang telingaku.

Coklat, warna yang menjanjikan kenikmatan sesaat, rasa manis pahit dalam kehidupan.

Merah, warna amarah. Warna yang tak kusukai.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s