Penyesalan tanpa Akhir

Sebuah hati yang merindukan tuk menemukan kepingan hati telah mencari tahun demi tahun.

Hadirlah seorang gadis tak bernama yang tumbuh remaja dengan kecantikan yang sulit disembunyikan bak mutiara bersinar. Terpilihlah dia sebagai kepingan untuk menggenapi hati yang lama mencari. Senyumnya begitu manis dipenuhi keanggunan merekah dalam kemudaan yang memabukkan. Wajahnya kuning langsat paling cemerlang di lima benua dan daratan.

Disediakan kemewahan untuk kepingan yang terpilih. Rumah mewah menjulang dengan kubah kuning bagai emas, tempat mandi dialiri air hangat dari air terjun di bukit nirwana. Yang akan menambah kebeningan dan kelembutan pada kulitnya bagaikan kelembutan angin musim semi. Langkahnya kecil-kecil bagai menari seperti seekor kucing manja yang malas bergerak.

Itulah saat malam pertama dia menerima cinta dari si pencari kepingan hati. Wajahnya berbunga-bunga berseri malu, rambutnya tergerai laksana awan, gaunnya kuning keemasan menambah keelokkan kulit remajanya. Dalam kamar bertirai bergambar bunga-bunga anggrek, dia dan si pencari kepingan hati menghabiskan malam yang diberkati oleh bintang-bintang dan sinar rembulan. Dia tertidur sampai matahari sudah tinggi di puncak gunung karena malam yang dilalui tanpa sepicingpun mata terpejam.

Kehadirannya kini membawa kegembiraan pada si pencari kepingan hati bagai pesta makan besar setiap hari di rumah mewahnya. Tak pernah lagi sendiri, mereka selalu bersama. Si pencari kepingan hati melimpahkan perhatian dan kasih pada pengantin remajanya tanpa pernah menoleh lagi pada belasan gadis yang melintas di hadapannya. Kecantikannya begitu bersinar pada pagi hari, membakar laksana mentari siang hari dan menyilaukan seperti mangkuk kristal pada malam hari. Pada malam-malam bulan purnama, pemusik memainkan musik seruling dan gitar untuk memanjakan telinga pengantin yang bermalas-malasan di taman. Mereka menari dalam pelukan erat, mengalir mengikuti irama musik yang lembut dan sendu. Menyatukan denyut jantung agar seirama. Menggambar cerita tentang masa depan yang serasa jauh dan tak nyata.

Suatu pagi, si pencari kepingan hati terbangun di sebelah pengantinnya yang cantik jelita, dan menyadari untuk pertama kalinya, kekosongan jauh di dalam hatinya. Melihat pengantinnya hanya memiliki kecantikan tidak kepandaian. Mimpinya tadi malam mengingatkan kembali pada hatinya yang patah bertahun lalu. Meninggalkan kerinduan yang berkelindan dalam hati dan jantungnya. Sesaat seperti kesesakan kekurangan udara dan sekilas kilat menyilaukan menusuk mata serasa perih bagai terpercik air cuka, dan titiklah setetes air mata. Dimanapun tak ditemuinya jejak kekasih yang dulu, hilang di antara awan hitam yang menyelubungi kisah yang sudah mereka ukir bersama bertahun lalu. Tenggelam dalam banyak cerita tentang peri dan malaikat yang bernama cita-cita dan harapan. Di sampingnya tertidur dalam damai, pengantin yang tergesa dicari hanya untuk melengkapi kepingan hati yang hilang. Sebuah janji yang dulu pernah diucapkan pada kekasihnya dan dia ingkari janji itu, karena si pencari kepingan hati bukan seorang yang suka menepati janji. Pergilah sang kekasih membawa kepingan hati retak yang tidak akan pernah dia temui lagi.

“Di langit, kau akan temui dua ekor burung terbang saling menempelkan sayapnya, di bumi kau akan melihat pohon tumbuh dengan ranting yang saling bertautan, langit yang tak bertepi dan bumi yang tak berujung akan dapat kau arungi, namun janjimu padaku yang tak pernah kau tepati akan menciptakan kehampaan dalam hatimu dan membuatmu menyesal tanpa akhir. ” bisik sang kekasih bertahun lalu terbawa sayup dalam hembusan angin bersama munculnya fajar di ufuk timur.

— Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s