Tanya

Hujan turun seakan segan, titik-titiknya lemah jatuh ke bumi. 

Aku duduk sendiri untuk melihat surya bersembunyi di balik mendung yang tebal sinarnya berkedip dengan lemah.

Lelah mendengar burung bernyanyi dan bernyanyi.

Terlalu tua menyaksikan burung mandarin duck saling menempelkan sayap ketika terbang, melihat burung camar terbang dengan sayap hitam kuatnya.

Hanya memandang dalam diam.

Musim silih berganti tahun demi tahun, tak menemukan jawaban apapun dari angin musim panas, purnama, sabit dan surya.

Untuk ribuan waktu yang telah hilang.

Dalam tawa dan tangis, mengiring tanda tanya besar yang kucari jawaban.

Dan kehidupanpun beranjak senja;

Hanya sebuah helaan nafas bentuk jawaban.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s