Negeriku

Negeriku yang kumiliki adalah negeri yang cantik dan ramah. Negerimu adalah negeri yang didramatisasi dengan segala masalahnya.

Negerimu berperang melawan tikus-tikus rakus yang menggerogoti lumbung uang. Negeriku penuh dengan harapan dan impian kehidupan yang lebih baik bagi kaum papa.

Negerimu gelap akan masa depan, negeriku tenang dan bebas menggenggam masa depan.

Negerimu adalah benang kusut para petinggi-petinggi politik tinggi hati yang gemar memamerkan kekayaannya. Negeriku adalah pertapa yang tak hirau pada duniawi.

Negeriku berdiri di atas bukit-bukit hijau, gunung gemunung di kejauhan, hutan lebat hijau penuh dengan kehidupan dan keindahan. Negerimu kerontang karena hutanmu habis dibabat, kekayaan bumi diambil tanpa berpikir, membuat negerimu kosong melompong di dalam.

Negeriku tenang, lembah hijau dengan lonceng gereja berdentang menenteramkan dan bunyi aliran air sungai jernih yang menenangkan. Negerimu penuh dengan teriakan-teriakan anak-anak perempuan yang tak berdaya dilecehkan oleh tangan-tangan nista manusia tak berhati.

Negeriku damai dengan doa-doa pagi yang terdengar bersama dengan terbitnya mentari dan berdenyutnya kehidupan, doa-doa sore berkumandang mengiringi selesainya kerja dan doa-doa malam menjaga lelapnya tidur malam hari. Negerimu sunyi tanpa doa tapi meriah dalam dosa.

Negeriku adalah alunan kata-kata bersajak yang indah cerminan hati yang tulus dan tenang. Negerimu penuh dengan tipu-tipu dari si lemah pada si kuat, dari si kuat pada yang lebih kuat lagi, kebohongan tanpa henti seperti aliran air dimuntahkan dari mulut-mulut berlidah cabang dua.

Negeriku berisi gereja-gereja tempat jiwa-jiwa resah menundukkan kepala dalam doa, hening dalam permenungan dosa-dosa yang tak tertanggungkan. Negerimu berasap karena terbakarnya jiwa-jiwa dalam amarah penuh kemunafikan, keserakahan dan ketergesaan mengumpulkan keduniawian.

Negeriku bermandikan cahaya matahari, lambaian sayap para malaikat dan orang kudus, dan ketakutan pada Yang Esa. Negerimu terengah-engah dalam nafsu yang memburamkan penglihatan dan mata hati.

Negeriku penuh dengan pekerja jujur hati, bersemangat, setia dan tekun. Negerimu penuh berisi pengangguran, pemabuk, pemadat dan orang-orang pemarah yang marah pada segala sesuatu.

Negeriku adalah musim kemarau basah yang mendinginkan hati yang panas, dan musim penghujan yang menyuburkan segala sesuatu yang tumbuh di atas tanah. Negerimu adalah banjir, tanah longsor, kebakaran hutan akibat ketakpedulianmu pada ibu bumi.

Negeriku mengerti arti dan rahasia kehidupan, jangkauannya menjangkau ke dalam lubuk hati siapapun yang bersedia membuka hatinya.

Negeriku akan tetap berdiri tak tergerus oleh jaman, sepenuh harapan tegak menjulang bagai menara, disinari fajar pagi dan berkilau di bawah rembulan

Doaku untuk negeriku.

—Ineke H—

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s