Perjalanan Kehidupan

Bila kau ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri, bila kau ingin berjalan lama dan panjang berjalanlah bersama-sama, bunyi sebuah quotes yang saya baca di sebuah buku.

Saya menyukai berjalan kaki terutama di pagi hari, dengan berjalan kaki, saya bisa lebih menikmati udara pagi, menyaksikan langit perlahan berubah menjadi biru terang, melihat-lihat tanaman-tanaman yang masih basah oleh embun pagi, menikmati pagi yang sepi belum diwarnai hiruk pikuk kegiatan. Bila ingin berjalan cepat, saya biasa berjalan seorang diri, saya bisa mengatur kecepatan langkah dan bila mulai lelah, saya bisa memperlambat, hal ini tidak bisa dilakukan bila berjalan dengan beberapa teman. Dengan berjalan seorang diri, saya bisa sambil merenung dan masuk dalam kondisi hening. Bila ingin berjalan lambat dan jarak yang jauh, saya berjalan dengan beberapa teman, sambil bertukar cerita tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan kami atau tentang kehidupan keluarga masing-masing. Dengan berjalan bersama teman, suasana akan terasa akrab dan menyenangkan hingga jarak yang jauh tidak akan terasa.

Quote di atas juga dapat diterapkan dalam perjalanan kehidupan kita. Ada beberapa kegiatan yang lebih asyik dilakukan bersama-sama seperti bermain kartu, menonton bioskop, dll, namun ada pula kegiatan yang lebih baik dilakukan seorang diri seperti membaca atau merenung.

Dalam kehidupan, kita bisa menentukan perjalanan yang ingin kita lalui, apakah perjalanan cepat atau perjalanan lambat dan panjang. Ada orang-orang yang ingin mencapai sukses dengan meraih dan bekerja keras seorang diri karena mereka percaya pada kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Ada beberapa orang yang lebih percaya diri bila perjalanan menuju kesuksesan harus dilakukan bersama-sama dengan teman.

Ketika saya harus kehilangan putra saya, saya didampingi oleh banyak sanak saudara, para Romo dan Suster, teman dan kenalan. Dengan demikian saya tidak sendiri menjalani perjalanan kesedihan. Namun percepatan dan waktu yang harus diselesaikan dalam suatu perjalanan menjadi hak masing-masing individu, sehingga masing-masing perjalanan menjadi selesai paripurna.

Perjalanan kesedihan, perjalanan kebahagiaan dan perjalanan kesuksesan, adakalanya memerlukan teman untuk bisa berbagi, namun di saat-saat tertentu, perjalanan kehidupan juga harus dijalani oleh kita sendiri untuk mengatur percepatan, kecepatan dan irama yang kita inginkan, tanpa harus menunggu orang lain mengikuti kecepatan dan irama yang kita miliki.

Apapun kondisi perjalanan kehidupan yang Anda pilih, apakah seorang diri atau bersama-sama, hendaknya semua perjalanan diikuti dengan kesadaran akan tanggung jawab pada pilihan yang sudah dibuat dan setiap pilihan ada konskuensi yang harus siap Anda tanggung.

Selamat menikmati perjalanan Anda.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s