Hiduplah Hanya pada Masa Kini

Yesterday is a history, tomorrow is a mistery, today is a gift adalah ucapan dari Master Ookway, master dari Poo si panda. Kata-kata yang besar sekali maknanya, namun sukar sekali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringkali kita terjebak pada kenangan akan masa lalu yang kita bawa-bawa layaknya beban di punggung kita, dan kita selalu terlalu berlebihan mencemaskan masa depan yang pada akhirnya membuat kita tidak lagi menikmati hari ini, saat ini atau masa sekarang.

Ukuran ketenangan hidup Anda ditentukan pada seberapa dalam Anda menikmati, mampu hidup dan terlibat pada saat sekarang. Terlepas dari apa yang terjadi pada kemarin dan kemarin dulu. Terlepas dari kecemasan Anda akan masa depan atau esok hari. Yang Anda miliki hanya hari ini, saat ini.

Amatilah anak-anak yang berlarian di taman. Anda tentu bepikir,” Betapa senangnya mereka.” Mengapa anak-anak bisa demikian senang? Jawabnya adalah, karena anak-anak tidak pernah menanyakan pada diri mereka sendiri, haruskah saya senang saat ini atau nanti? Begitu pula bila anak-anak diajak pergi ke kebun binatang, mereka akan langsung mengiyakan. Berbeda dengan orang dewasa, yang segera berpikir, kapan waktu saya bebas? Kapan waktu saya tidak sibuk? Apa saja yang dipersiapkan? Apakah ke kebun binatang itu menyenangkan atau tidak menyenangkan? Kadang-kadang anak-anak lebih bijaksana daripada orang dewasa, yaitu menyikapi segala sesuatu dengan kemurnian dan kepolosan, tanpa memerlukan pemikiran yang rumit-rumit.

Orang dewasa memiliki keahlian menguasai pikiran-pikiran yang tidak ada gunanya seperti kecemasan akan segala hal yang belum terjadi dan pikiran tentang masa lalu agar tidak terjadi lagi. Semuanya dipikirkan sekaligus. Kita membiarkan pikiran tentang masa lalu dan masa depan yang belum terjadi mendominasi pikiran, menyebabkan kita tidak lagi menikmati masa kini. Akibatnya kita selalu merasa cemas, frustrasi, merasa tidak berhasil, dan putus asa.

Kita juga selalu menunda-nunda untuk bahagia dan mengatakan pada diri sendiri, bahwa kebahagiaan akan datang suatu hari nanti, tapi tidak saat ini. Tanpa kita sadari, hari-hari akan berlalu dengan kita hanya menunggu untuk bisa bahagia. Hingga kita akan menyadari, bahwa “suatu saat nanti” itu tidak akan datang. Saat yang terus kita tunggu-tunggu berlalu bersama dengan semua waktu yang kita habiskan di dunia ini. Anak-anak sudah bertumbuh semakin dewasa, orang-orang yang kita cintai pergi dan tidak kembali lagi, pohon-pohon tumbuh semakin tinggi, dunia sekitar kita berubah, usia kita menua, impian-impian kita tidak lagi nyata. Dunia dan waktu berjalan tanpa menunggu kita menemukan kebahagiaan. Dengan kata lain, kita sudah dirugikan.

Saat ini adalah waktu satu-satunya yang kita miliki dan satu-satunya yang ada dalam kendali kita. Bila pikiran kita ada pada saat ini, maka kita akan dapat menghilangkan semua kecemasan akan masa depan dan rasa putus asa akan masa lalu.

Satu-satunya cara untuk memerangi rasa takut dan kecewa adalah hidup pada masa sekarang, masa kini. Senantiasa menjaga perhatian dan fokus Anda pada hanya pada masa kini. Andalah yang memegang kendali pada pikiran Anda. Bila Anda senantiasa hidup pada masa kini, maka Anda akan merasakan perbedaan yang besar pada hidup Anda.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s