Kehampaan

Aku menunggumu mengetuk pelan pintu hatiku dengan tanganmu yang lelah.

Tiga belas Natal berlalu tanpa kehadiranmu, kau pergi mencari ketiadaan, tak kausadari yang kau cari ada di hadapanmu selama ini.

Cemara yang daunnya runcing-runcing yang kau tanam sebagai hadiah untukku karena aku sangat menyukai wangi daunnya sudah berdiri tinggi menjulang langit menunggumu kembali tuk menyirami akar-akarnya seperti dulu.

Kau pergi ke negeri tanpa mentari hingga gelaplah jalan yang harus kau lalui.

Kau pergi ke tuan-tuan yang rakus merenggut kebahagiaanmu dan menghisapmu sampai kering bagai tak bernyawa.

Kau pergi ke jalan tanpa arah yang mengambil impian kita yang susah payah kuukir dalam hatimu.

Anganku berkelana liar membawakanku sebuah harap akan kehidupan bersamamu.

Namun, waktu dan kau telah menghapus semua janji.

Membawakanku sebuah kata asing yaitu kehampaan.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s