Hati Sunyi

Ada bau yang mengambang di udara, sungguh tajam. Di antara lorong-lorong rumahku, di kebun depan rumah. Di antara bunga-bunga kenanga, melati dan lavender, bau yang mengalahkan wangi bunga-bunga itu. Bau mu.

Ada kisah yang tak pernah selesai, akan kepiluan sebuah pilihan yang dibuat dengan membabibuta menyisakan kepingan hati yang terkoyak tak tersembuhkan.

Ada keegoisan yang mengalahkan akal sehat, bahwa diri sendirilah yang paling benar mengorbankan kemurnian sebuah cinta sejak dari masa kanak-kanak dulu.

Ada jurang kesombongan yang tak terjembatani dan dasar jurang dipenuhi oleh kerikil-kerikil tajam kesombongan dan susah payah kucari batu bulat kejujuran agar masih bisa kupercayakan hatiku padamu.

Selangkah demi selangkah jarak yang sungguh jauh dengan sabar kutapaki dan dada dipenuhi harap bahwa akulah yang akan terpilih, namun sungguh jauh nyata dari harap;

Telah kuberi seluruh bakti dari harga sebuah cinta.

Namun, kau butakan dirimu sendiri dengan kekeringan akal dan nurani hingga tak ada lagi hijau dedaunan, cantik bebungaan dan kicauan burung dalam hatimu.

Sunyi… 

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s