Burung Di Dalam Hatiku

Dari dalam lubuk hatiku, seekor burung kenari kuning bangun dari tidurnya yang lelap dan terbang tinggi di angkasa. Dia terlihat ringkih namun gigih menantang langit.

Semakin tinggi dia terbang menuju langsung ke matahari.

Tak disadari sayap kuningnya perlahan terbakar dan berubah menjadi hitam, paruhnya yang mungil berubah menjadi kuat dan tajam dia berubah menjadi burung gagak berkaok-kaok memanggil kawanannya.

Ketika musim penghujan datang bersama dinginnya udara di malam hari burung gagak berubah menjadi burung penyanyi yang menyanyikan nyanyian kerinduan pada musim kemarau dan pada serbuk-serbuk bunga cinta untuk disebarkan di seluruh relung hatiku.

Dari dalam lubuk hatiku seekor burung penyanyi berkicauan berisik dalam nada yang tinggi dan rendah, terbang dan terbang menulisi langit dengan nada-nada riang dan liar menyaksikan keagungan jiwa-jiwa yang termurnikan.

Mungkinkah dapat kuukir langit dengan nyanyianku dan kuselami lautan hatimu menjadi kabut yang menyelubungiku lalu kita akan terbang bersama dalam lautan awan yang tak bertepi?

Mungkinkah dapat kusemaikan biji-biji harapan agar hatimu berbunga indah warna warni harum semerbak memabukkan?

Kudapati burung penyanyi masih terikat di hatiku dalam sangkar emas tanpa kunci.

Dari dalam lubuk hatiku kuingin terbang mengangkasa bersamamu melukis langit dengan mimpi-mimpi.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s