Nyanyian Keheningan

Keheningan yang paling hening adalah kekasihku dan aku adalah kekasihnya.

Kami berdua dipersatukan oleh kedukaan, pembohong laknat dan pengkhianatan.

Dari balik dinding-dinding gereja, dari balik pepohonan, dari sela-sela deru angin, dari derai hujan lebat dia selalu muncul menciumku;

Dari tirai air mata, dari kabut kesedihan, dari pongah kebohongan, dari lantang pengkhianat dia selalu datang memelukku.

Dan kami bercinta dalam kecemerlangan keheningan.

Kupuaskan dahagaku dalam pelukannya yang kuat dan kulegakan sesakku di kedalaman hatinya. Dia menghilangkan kesedihanku, dia melunakkan hatiku yang marah, dia mengukir senyuman di wajahku yang kaku, dia menyanyikan kidung kasih ke telingaku, dia mengijinkanku tidur dalam pelukannya.

Menjelang malam, ketika tanpa sadar kutunjukkan kecemasan dia mengecup lembut wajahku, ditangkupnya tanganku ke dalam tangannya yang kokoh. Dia begitu tenang, sabar dan penuh kasih. Dalam peluk nya kegelisahanku perlahan lenyap.

Ketika bangkit dari kekelaman duka dia menyambutku dengan cinta yang tak pernah habis. Ketika jiwaku seakan tenggelam dia membawaku dengan lembut ke pantai keemasan tempat kulepaskan penat dan dukaku.

Di dalam gemilangnya mentari kebahagiaan, dia bernyanyi dalam diam, menjagaku di sudut hati, waspada.

Tak pernah keheningan mengecewakanku, karena aku pencinta keheningan sejati.

Aku mungkin lelah, namun dengannya aku tetap kuat.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s