Kekuatan Memaafkan

Kahlil Gibran bertutur,” Jiwaku berkata kepadaku dan menasihatiku agar mencintai semua orang yang membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.”

Pada kehidupan sehari-hari, sungguh sulit mencintai mereka yang membenci atau memfitnah kita. Kesabaran kita selalu diuji setiap hari dalam berbagai masalah dan peristiwa yang terjadi.

Banyak sekali slogan untuk lebih bersabar menghadapi hidup atau menghadapi orang-orang yang menyakiti kita. Semakin kita sabar, semakin kita dapat menerima hidup apa adanya dan semakin bisa menikmati kehidupan itu sendiri. Dengan bersabar, kita belajar untuk menerima ketidaksempurnaan di sekeliling kita dan belajar menerima kedamaian dengan diri Anda dan sekitar Anda.

Kesabaran mengharuskan kita untuk melihat ketidakbersalahan pada diri orang lain. Hal yang agak sulit diterapkan terlebih bila kita merasa diri sendiri benar atau memang orang lain sudah memfitnah Anda.

Menjadi lebih sabar, membuat Anda berhenti sebentar dari semua permasalahan yang ada, dan melihatnya dalam perspektif yang berbeda. Bahkan di tengah situasi yang sulit, emosional dan mendesak, dengan bersabar, Anda akan dapat melihat bahwa masalah ini hanyalah masalah kecil saja dan bukan masalah hidup dan mati, sebuah masalah kecil yang bisa dipecahkan. Dengan bersabar, kondisi masalah yang sama akan terselesaikan tanpa rasa frustrasi, hati yang terluka ataupun emosional. Bahkan, setelah permasalahan berlalu Anda akan menyadari bahwa semua ini hanyalah “masalah kecil” saja.

Apabila kesalahpahaman, pertengkaran dan kemarahan sudah terjadi karena ketidaksabaran, maka tahap selanjutnya adalah proses memaafkan. Proses memaafkan pun bisa menjadi saat-saat menyakitkan penuh penantian. Dengan keras kepala, kita menunggu orang lain yang terlebih dahulu meminta maaf, karena merasa diri benar atau merasa diri adalah orang yang difitnah. Sehingga semakin panjanglah perjalanan proses untuk saling memaafkan.

Setiap kali memendam amarah, kita merasakan bahwa masalah yang ada terasa semakin besar, karena kita terus menerus menggali dalam pikiran kita peristiwa-peristiwa yang sudah lalu yang ada kaitannya yang akan semakin memunculkan perasaan dendam dan marah. Dan kita mulai mempercayai bahwa orang lainlah yang seharusnya meminta maaf terlebih dahulu. Anda mulai mengesampingkan bahwa kebahagiaan tidak lebih penting dari memaafkan. Padahal dengan memaafkan Anda akan memperoleh kebahagiaan sebagai hadiah. Anda harus memahami menjadi orang yang benar tak pernah lebih penting dari menjadi bahagia.

Kemampuan untuk memaafkan akan membuat Anda lebih berbahagia. Caranya adalah dengan membiarkan masalah itu berlalu dan menjadi orang yang mulai memaafkan terlebih dahulu. Membiarkan orang lain menjadi pihak yang benar, tidak berarti Anda menjadi pihak yang salah. Anda hanya membiarkan masalah berlalu dan perasaan melegakan menjadi orang yang lebih dahulu memaafkan. Dengan sikap rendah hati dan memaafkan, Anda akan menikmati orang lain lebih menyukai Anda dan lebih mendekatkan diri pada Anda. Bila dalam beberapa hal, orang ini menjauhi Anda, maka hal ini tidak menjadi masalah lagi untuk Anda, karena Anda sudah menikmati kondisi melegakan dan penuh kasih sayang padanya. Hidup Anda menjadi lebih tenteram, dan masalah dia yang menjauhi Anda bukan lagi menjadi masalah Anda. Biarkan menjadi masalahnya sendiri.

Pada suatu saat nanti, barangkali tahun depan, semua permasalahan yang mengganggu Anda, seperti pertengkaran dengan pasangan, kemarahan pada anggota keluarga, perselisihan dengan tetangga akan menjadi hal yang tidak bisa Anda ingat lagi, karena semua sudah berlalu dan tidak menjadi penting lagi. Jadi, untuk apa Anda menguras energi hanya untuk memikirkan masalah kecil menjadi masalah besar yang pada suatu masa di tahun depan hanya akan Anda tertawakan.

Kekuatan untuk memaafkan, membuat Anda melihat suatu masalah dengan perspektif berbeda dan membuat Anda memiliki kelegaan yang akhirnya membawa kebahagiaan.

Salam…. Ineke H.

 

Advertisements

One thought on “Kekuatan Memaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s