Kesunyian

Di balik kesunyianku bersembunyi kesunyianmu yang menggenggam tanganku dengan penuh kasih dan pandangan penuh cinta yang hanya dimiliki olehmu.

Aku sudah mencari-cari kesunyian yang lain dengan kegelisahan yang bertumpuk-tumpuk, dan berbagai suara memenuhi telingaku membuatnya tuli dan membuatku hilang keseimbangan hinggaku tak bisa melangkah lagi.

Dalam kesunyianmu kutemui kedamaian yang memerangkapku dalam pelukan khayali dan impian tak nyata.

Kukejar dalam kerimbunan hutan dan lautan pohon jati yang daunnya melambai-lambai malas, kakiku tersangkut duri hingga tercium bau darah yang keluar dari luka tapi aku tak peduli, terus berlari dalam kesesatan kepanikan ingin segera menemukan kesunyianmu.

Di dalam diriku kesunyian berkuasa bagai jeruji penjara yang mengikat mimpi-mimpi dan hasrat-hasratku hingga aku tak berdaya.

Haruskah kubunuh saja kesunyianku karena tak juga menemukan kesunyianmu?

Karena bersamamu kesunyian kita akan berubah menjadi keramaian di hati kita.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s