Dalam Buaian Tidur

Malam ini aku ingin tidur dengan kebahagiaan bersembunyi tenang di dadaku karena kutahu pasti kau mencintaiku. Jiwaku akan beristirahat dalam kelimpahan mentari dan bulan sekaligus.

Kau nyalakan lilin wangi menggantikan lilin yang sudah padam agar lilin itu menyala terus seperti nyala cinta kita yang tak pernah padam dan menyebarkan bau wangi di sekeliling tempat tidurku. Petiklah bunga melati dan kenanga dari kebun kita dan sebarkanlah di atas alas tidurku, hingga tidurku menjadi semakin lelap dan mimpiku menjadi indah.

Usap-usaplah dengan lembut rambutku agar kantuk segera datang, dan nyanyikanlah lagu senandung milik kita yang selalu kau nyanyikan sebagai pengantar tidurku.

Mataku sungguh letih dan biarlah kepalaku terkulai di lekuk lengan kuatmu.

Ceritakanlah tentang hari ini dan tentang masa depan yang penuh pengharapan. Masa depan milik kita yang indah yang bisa kulihat di matamu.

Bernafaslah bersamaku agar nafas kita seirama dan kelelahanku menjadi hilang karena kau bawa kekuatanku kembali bersama nafas yang kita hirup dan hembuskan bersama.

Mendekatlah dan kecuplah mataku yang terpejam agar tidak ada lagi sisa-sisa air mata yang membuat mataku menjadi buram.

Genggamlah tanganku dengan penuh damba seperti tangan kanak-kanak yang menggenggam erat tangan bundanya.

Dan letakkanlah tanganmu pada keningku lalu berkatilah. Dengan berkatmu kekasih, malam ini aku akan terbang bersama bidadari mimpi ke dalam pelukan nyenyak tidurku.

Sampai bertemu esok pagi kekasih.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s