Hanya Kau dan Aku yang Saling Menginginkan

Di ketaksadaran, kita dipisahkan bertahun lalu;

Kutemui kau hari ini dalam sosok pemusik di kafe kota kecil yang tak sengaja kusinggahi.

Tangan lentikmu masih memainkan piano dengan nada-nada sama yang kau dentingkan untukku dulu.

Kau masih sendiri dan akupun lelah berlari menghindari hidup.

Mungkin tiada lagi orang lain di tanah ini yang menginginkan kita.

 

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s