Lilin di Hatiku

Ada yang perlu kau ingat, 

Aku tak selemah yang kau pikirkan.

Bagiku kesedihan yang kau berikan, bagaikan tiupan angin yang memadamkan nyala lilin di hatiku. Lilin itu padam seketika. Namun ada sebuah tangan perkasa yang bergegas menyalakan kembali sumbu lilinku. Nyala nya kembali menari-nari ceria.

Pada saatnya nanti akan tiba masanya, lilinku tak pernah bisa kaupadamkan lagi.

—Ineke H—

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s