Mencintai Tanpa Syarat

Hari-hari ini banyak pemberitaan mengenai seorang terkenal yang tidak mau mengakui anaknya dan malahan menuduh balik dengan tuduhan bohong yang sungguh mencengangkan. Saya tidak ingin membahas kebohongan yang sudah dilakukan yang memang tidak patut. Berbohong saja sudah tidak baik, apalagi berbohong untuk orang-orang yang pernah menjadi bagian dari dirinya dan pernah menjadi kesayangannya. Kemanakah semua rasa cinta kasih yang dulu pernah ada?

Yang ingin saya bahas adalah cinta tanpa syarat yang seharusnya mendasari setiap hubungan. Agar tidak diperlukan lagi kebohongan apapun untuk menutupi apapun.

Sudah banyak teori yang mengatakan bahwa mencintai haruslah tanpa syarat. Cinta yang tanpa syarat adalah cinta yang diekspresikan dalam kesempurnaan. Karena,”Aku mencintaimu karena dirimu, bukan karena kecantikanmu, bukan karena kekayaanmu. Mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.” Tidak perlu persyaratan untuk mencintai seperti ini. “Tidak perlu menjadi kurus atau menurunkan berat badan. Tidak perlu harus selalu setuju denganku. Tidak perlu mengubah apapun dalam dirimu. Kau adalah kau yang kucintai. Kamu boleh cemberut bila perasaanmu sedang buruk. Kamu boleh melakukan kesalahan dan itu tidak apa-apa. Kita boleh saling beda pendapat. Aku akan tetap mencintaimu. Kamu tidak perlu bersusah payah untuk menjadi sempurna, untukku.”

Cinta tanpa syarat bisa terjadi pada seorang ibu untuk anak-anaknya. Berapa kalipun sang Ibu dikecewakan atau dibuat sedih, mendapati kelemahan dan kesalahan anaknya, Ibu akan selalu mencintai anak-anaknya. Namun, dalam hubungan dengan pasangan ataupun dengan orang terdekat, tanpa kita sadari, kita akan menentukan persyaratan. “Aku akan mencintaimu, bila…….” Dan daftar persyaratan itu akan bertambah panjang bila tuntutan yang sudah diajukan tidak memenuhi keinginan.

Di dunia ini adakah yang sempurna bahkan nyaris mendekati sempurna? Tentu saja tidak ada. Ada saja masalah yang berhubungan dengan kesehatan, pola pikir, kekayaan, kehidupan yang akan ‘menghambat’ langkah Anda menuju kesempurnaan. Tentu saja, mengupayakan kesempurnaan harus senantiasa dilakukan selama Anda masih hidup. Namun, dengan rendah hati, Anda pun menyadari keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh Anda, pasangan dan orang-orang yang Anda cintai. Misalnya, untuk menjaga kesehatan Anda sempurna, maka Anda menyadari untuk menjaga makan dan minum, berolah raga, mempraktekkan gaya hidup sehat kapanpun dan dimanapun, ini semua karena Anda menyadari keterbatasan fisik Anda untuk menjadi sempurna. Bukankah Anda tidak mungkin tidak mencintai tubuh Anda karena ketidaksempurnaannya? Justru dengan ketidaksempurnaan itu Anda berusaha untuk ‘menjadikan sempurna’ dengan hidup sehat.

Sama halnya dengan mencintai tanpa syarat. Mencintai bisa tanpa syarat dan mendekati kesempurnaan, apabila kita menyadari keterbatasan yang dimiliki oleh diri Anda sendiri dan pasangan serta orang-orang terdekat Anda. Keterbatasan yang Anda miliki misalnya, terlalu ingin mengatur, cemburu berlebihan, bersikap kasar, sering menghakimi, sering berbohong dan seterusnya. Langkah pertama adalah misalnya dengan mengurangi sikap cemburu dengan perasaan bersyukur masih memiliki pasangan dan orang-orang di rumah yang sangat menyayangi. Bila suka berbohong, maka Anda dapat mulai memeriksa diri sendiri, apakah kegunaan berbohong? Apakah untuk kepuasaan diri, untuk menutupi kekurangan diri sendiri, atau malu pada penilaian pasangan atau orang-orang terdekat bila terlihat lemah? Bila suka kasar, mulailah untuk bersikap lebih lembut dan belajar menjadi pendengar yang baik, menjadi lebih pemaaf. Menjadi orang yang melakukan terlebih dahulu, hal-hal di atas, meskipun pasangan atau orang yang kita cintai tidak mau melakukannya.

Memutuskan diri sendiri sebagai pribadi yang akan mencintai tanpa syarat terlebih dulu. Menerima kenyataan bahwa pasangan kita kadang-kadang memiliki perasaan yang buruk, memiliki tindakan-tindakan yang tidak kita setujui. Tentu saja, Anda dapat memilih, tetap mencintainya dalam kondisi yang demikian, sama seperti ketika dia sedang menunjukkan cintanya pada Anda.

Komunikasi juga merupakan hal yang paling penting dalam proses mencintai tanpa syarat. Karena dengan komunikasi kita dapat mengerti apa yang kita dan pasangan inginkan, apa yang tidak diinginkan, keinginan yang ingin dicapai untuk mencapai cita-cita bersama. Keterampilan untuk selalu mendengarkan dan tidak cepat-cepat berkomentar ataupun mengambil kesimpulan sendiri. Mengusahakan yang terbaik yang paling memungkinkan untuk bisa ditunjukkan pada pasangan atau orang terdekat Anda. Merupakan suatu kemenangan tersendiri bila dapat membuat pasangan Anda tertawa bahagia, merasa puas dan aman bersama Anda.

Pada akhirnya bila Anda selalu menerapkan pola pikir dan tindakan untuk selalu mencintai tanpa syarat maka kualitas hubungan Anda pun akan selalu meningkat. Dan percayalah Anda tidak akan rugi apapun.

 

Salam… Ineke H.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s