Selangkah Demi Selangkah

Suatu sore saya bertemu dengan teman untuk minum kopi di sore hari di sebuah gerai kopi terkenal di salah satu mall di kota kami. Kami berbincang tentang kesibukan sebagai ibu  dan bernostalgia sedikit tentang kampung halaman kami. Ada satu nasehat dari teman saya yang sungguh menguatkan dan membuat saya merasakan suatu kelegaan. Teman saya berkata,” Melangkahlah satu demi satu, selangkah di depan langkahmu, lalu selangkah lagi dan jangan langsung melangkah dua tiga langkah, supaya tidak stress.” Kalimat sederhana yang mungkin juga sudah sering saya dengar, tapi kali ini kalimat itu sunggu memberikan saya kelegaan. Hidup ini harus dijalani dengan sabar, langkah demi langkah dilalui, dan menjalani seluruh proses yang memang harus dilalui.

Ketika menghadapi suatu tantangan dalam kehidupan, dalam benak kita langsung memikirkan hal-hal yang menunjukkan keraguan kita untuk menghadapi tantangan tersebut. “Tantangan ini akan sulit sekali. Aku akan sangat lelah dan frustrasi dalam menyelesaikannya. Aku tidak yakin bisa menyelesaikan masalah ini. ” Dan pemikiran buruk lain-lainnya.

Cobalah Anda melangkah satu saja dulu ke dalam tantangan itu dan maju terus ke depan. Selangkah demi selangkah. Fokuskan perhatian Anda pada langkah yang harus Anda ambil dan cobalah untuk menikmatinya. Sama halnya seperti ketika Anda sedang mendaki gunung. Bila fokus Anda berapa jauh lagi Anda harus melangkah untuk mencapai puncak, maka Anda akan segera dilanda kelelahan. Namun bila Anda fokus pada langkah Anda dan menikmati keindahan alam yang disuguhkan dalam pendakian ini, maka Anda akan menjadi lebih santai dan lebih gembira menjalani pendakian yang mungkin saja berat bila Anda tidak menikmatinya. Anda lebih akan mendapatkan kepuasan dari pengalaman ini dengan hanya memusatkan perhatian pada setiap langkah Anda.

Begitu pula dengan menghadapi masalah atau tantangan dalam hidup, Anda mungkin merasa lelah, bila Anda selalu berpikiran pada keraguan Anda untuk dapat menyelesaikan masalah atau tantangan itu. Jalani saja seperti ketika Anda sedang mendaki gunung. Selama pikiran Anda tidak membingungkan Anda, tanpa Anda sadari Anda sudah berada di puncak gunung, dan Anda memulainya dengan selangkah demi selangkah. Anda dapat menghadapi siuasi apapun yang tampaknya merupakan rintangan jika Anda melakukannya selangkah demi selangkah dan memusatkan perhatian pada saat ini. Jika Anda mencoba untuk mencerna semua masalah sekaligus, maka Anda bisa saja tidak akan dapat menyelesaikan masalah yang sedang Anda hadapi.

Jangan mengkhawatirkan masa depan dan juga jangan menyesali masa lalu. Berjalanlah hanya di masa kini. Di saat-saat tersulit dalam kehidupan Anda dan saya, kita membutuhkan seluruh kekuatan yang dimiliki, pikiran kitapun harus tetap fokus dan tidak terpecah pada masa lalu dan masa depan. Tantangan atau masalah yang dihadapi akan menjadi lebih mudah diselesaikan dan dihadapi bila Anda menyelesaikan dengan selangkah demi selangkah.

Bentuk masalah dan tantangan akan selalu muncul dalam kehidupan, penyelesaiannya senantiasa dipengaruhi oleh bentuk tujuan dan pencapaian yang Anda lakukan. Seperti pepatah Cina,”Perjalanan sejauh lima ratus kilometer dimulai dengan satu langkah kecil.” Jadi lakukanlah perjalanan kehidupan Anda dengan selangkah demi selangkah, bersabar dengan proses. Bukankah bayi yang dikandung seorang ibu membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menjadi sempurna untuk dilahirkan ke dunia? Demikian juga masalah dan tantangan akan menjadi selesai sempurna bila dilalui dengan kesabaran, mengikuti proses dan selangkah demi selangkah.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s