Jejakmu Terhapuskan

Getar sayap kupu-kupu mengirimkan gelisah pertanda masih akan lama hujan berhenti. Musim kering sudah lama terlupakan.

Tapi rumput dan bebungaan seperti tersenyum lega merasakan hujan turun tak henti.

Dan jejakmu terhapuskan oleh aliran air hujan yang menggerus jalan dan bebatuan. Bahkan jejak yang dulu kuukir dengan penuh kasih pun hilang tak bersisa. Menyisakan ratap kesedihan yang lirih tak terucapkan. Meneteskan air mata tanpa suara isak.

Sejauh mata memandang hanya kabut dan asap yang terlihat.

Barangkali takdir tak ramah, berkejaran dengan waktu dan umur, semua jadi sia-sia.

Jauh jarak yang sudah ditempuh, tak juga dapat menawar takdir.

Adakah angin dan hujan dapat mengurai benang kusut yang terjalin panjang di antara kita?

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s