Wajah-wajah

Jiwaku bersedih dalam keheningan, menemukan ketenangan dalam kesendirian yang dulu sungguh kutakuti.

Kesendirian mencengkeram erat hatiku dengan jari-jarinya yang melengkung dan berkuku panjang.

Kehidupan tak pernah adil seperti juga waktu yang tak pernah berpihak padaku. Namun dalam ketidakadilan hidup kutemukan makna kehidupan.

Wajah-wajah yang akan kuingat selamanya.

Dia yang berjalan bersamaku dalam kedukaan,  memegang tanganku dan memelukku lembut.

Dia yang memberiku makna baru kebahagiaan dan tertawa bersamaku ketika senja mendekati kehidupan.

Dia yang papa namun memiliki kekayaan nurani yang luar biasa.

Dia yang menyombongkan segalanya dan tak menyadari tak ada yang dimilikinya.

Dia yang berseru-seru dalam kemunafikan dan eforia kemenangan sesaat.

Dia yang berhati kejam tak mempedulikan tangisan si kecil dalam buaian sang bunda.

Dia yang terus berbohong meski kebenaran sudah terpampang di hadapannya.

Dalam kesendirian kutemukan secercah harap. Dan dari air mata yang tercurah akan membersihkan hati dan semua kuman yang bersarang di dalamnya.

Biarlah benih yang kutanam, pada saatnya akan tumbuh subur dan kutuai dengan penuh kemenangan.

Dukacita akan digantikan suka cita.

Wajah-wajah yang telah hadir dalam kehidupanku akan selalu menjadi kenangan.

—Ineke H—

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s