Kebenaran

Kebenaran mendatangi kita dalam semilir angin pagi yang membawa wangi kenanga dan  melati.

Dia juga datang dalam senyum dan teriakan gembira kanak-kanak.

Merembes di aliran darah setelah ciuman kekasih.

Berkilauan di permukaan air sungai jernih yang mengalir dari atas bukit melalui bebatuan yang ditumbuhi lumut hijau.

Panas terik seperti mentari siang hari tapi menawarkan terang yang kita bisa nikmati sebelum senja turun.

Dia dapat dinikmati dalam keheningan ketika hanya suara hati saja yang berbicara.

Dia setajam pedang.

Kebenaran dapat diucapkan ketika didengarkan. Dia hanya dapat dimengerti dari yang tak terucapkan. Dia selalu diam. Tak terungkapkan.

Kadangkala kita menutup semua pintu untuk kebenaran dan meninggalkannya dalam sepi di sudut jalan yang tak berpenerang.

 

—Ineke H—

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s