Hati Kecilku

Aku memiliki hati kecil yang senantiasa bersuara di dalam hatiku. Bila kau ingin mendengarkan suaranya maka kau harus membuka dadaku dan mengambilnya lalu meletakkan dalam telapak tanganku.

Hati kecilku sangat rapuh dia dapat ketakutan dan menghilang bila mendengar suara keras pertengkaran dan amarah.

Tapi hati kecilku begitu baik, dia akan merekah bila padanya diberikan cinta dan keindahan, bagai kenanga yang menyebarkan semerbak wanginya di pagi hari.

Ketika kemarahan tengah meraja lela di sekitarku, dan tiada lagi akal yang menyetai ucapan, maka suara hatiku menyuruhku untuk berdiam diri saja, tak mengeluarkan satu patah katapun.

Hanya air mata yang menetes yang membersihkan mataku dari hal-hal buruk yang telah kulihat. Membersihkan wajahku agar terlihat bersih dan bersinar.

Hati kecil telah mengajarkanku bahwa kesalahan-kesalahan adalah pengalaman yang didapat dari sekolah kehidupan.

“Janganlah berbicara dalam kepongahan, karena kepongahan tak memberimu apa-apa, selain kepedihan.” kata hati kecilku. Membuatku sungguh takut pada kepongahan.

Hati kecilku akan melindungiku dari kejamnya pengkhianatan dan kebohongan.

Setiap aku mendengarkan hati kecilku, yang kudengar adalah nyanyian burung yang merdu, dan tiada ada yang dapat meredamnya.

Pergilah dariku siapapun yang membawa kata-kata tak perlu, karena hati kecilku menjagaku.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s