Mereka adalah Aku

 

Yang berdiam di Tanah Airku adalah:

Mereka adalah petani yang mengolah tanah-tanah merah menjadi sawah menguning dengan padi gemuk menunduk.

Mereka adalah anak-anak gembala yang menggiring ternaknya mencari rumput. Lalu duduk meniup seruling di atas punggung kerbau gembalaannya.

Mereka adalah tukang-tukang bangunan yang membangun bata demi bata gedung bertingkat mewah.

Mereka adalah pekerja pabrik minuman, rokok, makanan yang berdiri delapan jam sehari.

Mereka adalah penyanyi, penyair dan seniman yang melahirkan nada, kata dan seni dari lubuk hati mereka yang terdalam.

Mereka adalah ilmuwan dan pemikir yang memberi sumbangan untuk kehidupan yang lebih baik.

Mereka berjalan dengan tegak dan penuh keteguhan menuju masa depan penuh harapan dan kebenaran serta tidak berpihak sedikitpun pada kebohongan dan angkara murka.

Mereka dibakar oleh semangat dan keyakinan akan kebaikan dari tanah mereka sendiri.

Mereka berdoa dengan keimanan teguh, bahwa hanya Tuhan lah penguasa semesta.

Mereka kuat dan gagah.

Mereka lentur untuk hal yang benar dan tidak untuk yang salah.

Mereka tidak gampang tergoyahkan oleh kapal ber-kapten perompak.

Mereka menjulang tinggi dan bersinar laksana fajar.

Mereka adalah yang berdiam di Tanah Airku.

Bermacam-macam tetapi tetap satu.

Mereka adalah aku.

 

—Ineke H—

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s