Kata-kata

 

I.

Mari pahami aku, sepertinya kau pandai memahamiku.

Berkata-kata seakan-akan kata-kata itu keluar dari diriku, dan kau yakini sangat bahwa itu adalah kata-kataku. Padahal aku tak berkata-kata.

Isi kepalaku dan isi hatiku, dengan pandainya kau bedah dengan pisau kata-kata yang membuatku tak lagi yakin bahwa isi itu milikku. Hingga ku tak ingin berkata-kata lagi.

Kini kepala dan hatiku gemetar ketakutan berkeringat dingin menggigil.

II.

Kadang aku ingin menjadi diriku sendiri. Menyuarakan diriku sendiri seperti suara angin yang digemakan oleh gunung dan lautan.

Murni seperti air hujan.

III.

Kau katakan yang harus kulakukan karena telah kau lakukan padahal tidak kau lakukan.

Sungguh melelahkan.

IV.

Aku hanya ingin bersuara dengan kata-kataku sendiri yang keluar dari dalam hatiku.

 

—Ineke H—
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s