Dia Patah Hati

 

Kuyakin dia sudah mencoba sepenuh hatinya sekuat tenaganya untuk mengeringkan air mata yang terus saja mengalir membasahi pipinya dan menetes ke kertas putih tempat dia ingin menuliskan cerita bahagianya.

Kuyakin sekali dia sudah membayangkan menulis sebuah cerita yang berakhir bahagia dengan dia sebagai tokoh utamanya. Bahkan pikiran untuk menulis cerita bahagia saja sudah membahagiakan hatinya dan membuat dunianya menjadi ceria.

Tetapi mengapa dia masih saja terus menangis setiap malam di bantal tidurnya? Dan aku masih saja mendengar isakannya yang teredam. Seakan bergantinya hari tidak mengurangi sedikitpun kesedihannya.

Barangkali kini dia akan menuliskan kisah sedih yang paling sedih. Kuyakin kisah sedih yang paling sedih yang akan dituliskannya, takkan dapat mengimbangi berat kesedihannya.

Diceritakannya padaku bahwa betapa hatinya menjadi retak  ketika dia melihat kebersamaannya, cintanya, berbagi rahasia dan cita tak lagi menjadi miliknya, namun menjadi milik orang lain yang dikasihi oleh kekasihnya. Dan dia kini hanya menjadi seseorang yang pernah dikenal saja oleh kekasihnya.

Atau barangkali dia tidak akan menulis apapun, karena air mata yang mulai muncul di sudut matanya mengaburkan pandangannya dan membuatnya tidak dapat menulis apapun.

Kuingin menghiburnya menggantikan kesedihannya dengan keceriaan, namun dia menjadi tak terjangkau karena berkubang dalam lumpur kesedihannya.

Kataku padanya,” Jika dia yang kau tangisi sungguh mencintaimu, dia takkan pernah meninggalkanmu dengan alasan apapun karena dia akan selalu dapat menemukan alasan untuk bersamamu. Bukankah dia sudah sering meminta maaf karena menyakitimu dan berjanji untuk tidak mengulanginya tapi setelah itu dia menyakitimu lagi? Jika dia sungguh peduli padamu, dia tentu tidak akan tega menyakitimu.”

Matanya yang berselimut air mata sebentar menatapku dan sebutir air mata bergulir turun dari matanya yang perlahan terpejam.

Kutunggu saja beberapa saat hingga kesadaran pelan-pelan memasukinya bagai hantu di tengah malam. Lalu aku akan beranjak pergi.

 

—Ineke H—

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s