Mengharapkan Kenangan dan Harapan Dalam Satu Waktu

Kenangan dan harapan tak pernah berada dalam kesatuan waktu. Dan waktu yang terbentang di antaranya sungguh jauh. Tak kutemukan diriku dimanapun mereka bertemu. Seperti asing di rumahku sendiri.

Ketika kutanyakan pada langit, dia hanya diam dan akan diam selamanya.

Lebih banyak kutanyakan pada diriku sendiri dalam diam dan hening. Hingga satu hari nanti akan kutemukan jawabku yang tak berasal dari siapapun, karena berasal dari pemahamanku sendiri.

Aku dapat menyaksikan masa lalu hanya seperti aku menyaksikan diriku sendiri dari cermin dua arah. Tak tersentuh dan berjarak. Aku hanya bisa mengatakan betapa banyak kesalahan yang telah kuperbuat, tanpa dapat berbuat apa-apa untuk memperbaiki ataupun menghindarinya. Semua telah terjadi.

Aku hanya belajar dari sekolah yang tak pernah tamat hingga nafas terakhir kuhembuskan. Sekolah kehidupan.

Barangkali di satu masa nanti, aku akan mendapatkan diriku berada dalam satu waktu dengan kenangan dan harapan.

Kini, aku hanya berusaha melengkapi diriku agar menjadi lengkap, hingga aku dapat sampai pada masa yang kurindukan. Yaitu ketika kenangan dan harapan menjadi satu dalam satu waktu di diriku.

 

—Ineke H—

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s