Kematian

I.

Aku ingin beristirahat, karena aku sudah merasakan kepenuhan siang dan malamku. Biarkan aku memejamkan mataku sebentar agar kelelahan ini hilang. Nyalakanlah lilin wangi lavender di sisi ranjangku dan temanilah aku sebentar saja kali ini. Mandikanlah aku dengan air yang mengalir dari mata air kita, tempat dimana kita pernah berjanji untuk saling mencintai dan menghindari dusta. Bernyanyilah untukku yang terakhir kali, agar dapat kusimpan suaramu yang bervibrasi dalam ingatan tidurku.

Aku sudah lelah dan hanya ingin tidur. Lelah pada kehidupan yang tak bisa diubah dan tak ingin kuubah. Intinya aku lelah. Dan aku hanya ingin beristirahat.

Setelah selesai kau bernyanyi, mainkanlah musik kesukaanku agar semakin nyenyak tidurku. Dan hatiku melayang tinggi bagaikan elang sang penguasa langit.

Bisikkan kembali harapan yang pernah kau janjikan padaku sementara masa lalu sudah ada di bagian belakang kehidupanku. Masih kulihat harapan di matamu. Relakanlah aku, jadikan aku sebagai masa lalu.

Sayangku, tempat tidurku sungguh empuk, tubuhku dapat beristirahat dengan nyaman. Tapi tak ada tempat untukmu di sini. Ranjang ini hanya muat untukku saja.

Keringkanlah matamu, bersitlah hidungmu, cucilah wajahmu dan tersenyumlah. Karena aku sudah menunggu lama tidurku kali ini. Sambutlah fajar dengan suka cita, seperti dirimu yang selalu gembira. Jangan jadikan tidur panjangku ini sebagai peringatan yang akan kau kenang dan peringati setiap saat. Simpan saja aku di dalam tempat terindah di hatimu. Lalu lanjutkanlah hidupmu.

Lihatlah betapa putihnya sayap dan pakaian malaikat maut yang tengah mengulurkan tangannya padaku. Wajahnya sangat teduh, seteduh hutan hujan tempat kita mengikat janji untuk tetap bersama sampai maut memisahkan. Dengarkanlah bunyi seruling kereta kematian yang sudah bergema di seluruh kamar kita. Bunyinya menenangkan.

Mendekatlah sayangku, kecuplah dahiku untuk yang terakhir kali dan bisikkan, bahwa kau mencintaiku di telingaku. Biarlah kupegang jemarimu untuk terakhir kali bersamaan dengan berlalunya kehidupan dari tubuhku. Tinggallah sebentar lagi saja agar dapat kulihat wajah tampanmu terakhir kali.

II.

Aku sudah berada tinggi di atasmu, terbang di antara bunga-bunga dan pepohonan, melambung tinggi di atas gunung dan sungai, menuju kebebasan yang melegakan. Awan memelukku dengan lembut bagaikan pelukanmu yang akan selalu kurindukan. Pikiranku kosong. Mataku hanya menatap keindahan alam di bawahku.

Aku masih mendengar nyanyian kedukaan yang dinyanyikan bersama misa yang diselenggarakan untuk pemakamanku. Aku tak suka bernyanyi, tapi aku senang mendengarkan nyanyian. Dan aku berhenti sebentar untuk mendengarkan dan menyaksikan mereka yang bernyanyi untukku.

Masih kudengar isakan sedikit yang keluar dari hatimu, tapi kau sudah tidak menangis. Perlahan aku turun, dan kupeluk dirimu dengan lembut. Kukira kau merasakan pelukanku karena kau memejamkan matamu, seperti ketika kita sedang berpelukan. Bernyanyilah saja kekasihku, nyanyikan lagu milik kita. Jangan menangisiku, karena aku sudah bebas sekarang.

Aku tidak takut berbaring di sini, meski malam nanti akan begitu gelap. Aku akan ditemani oleh jiwa-jiwa pengasih yang sudah berjanji akan ada untukku. Kami akan bercerita tentang kegemilangan kehidupan yang sudah kami lalui, dan hanya kegembiraan saja yang akan kami ceritakan. Karena tidak ada lagi kesedihan di dalam kubur ini. Hanya kegembiraan.

Jangan bicarakan lagi kematianku. Aku selalu bersamamu di dalam hatimu. Cukup kau pejamkan saja matamu dan bisikkan namaku, maka aku akan bersegera ada di hatimu, karena aku selalu ada di situ.

Tinggalkanlah aku, pulanglah kau dan kembali ke kehidupanmu. Serahkanlah aku pada Sang Pemilik Kehidupan, dan aku akan baik-baik saja.

Tetaplah hidup untuk mengatakan pada anak cucu, bahwa aku pernah ada dalam kehidupanmu. Tetapi bersukacitalah dan jangan bersedih lagi. Karena aku ingin dikenang dengan sukacita.

—Ineke H—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s