Pertanda

 

Pertanda itu sudah ada sejak awal,

bayang-bayang yang melawan cahaya dan lebih panjang dari seharusnya,

ketika mentari terbenam membentangkan bayangan lain di hadapanku seakan sebuah layar panggung yang ditutup terlalu cepat,

benih-benih mandul yang ditanam di tanah merah yang subur dan gembur,

pengembaraan hasrat tak kasat mata yang menjijikkan, seperti pengembara yang berjalan dalam kabut yang mencari jalan dalam keburaman,

kata yang membisu dalam bibir yang gemetar, mencoba mencari celah di mana masih bisa menebarkan ketidakjujuran menjadi satu lagi alasan untuk dikasihani, menangkis fakta dengan alasan lemah yang menggelikan,

tatapan mata yang gelisah seperti laki-laki lemah tapi berkoar memiliki otot kawat tulang besi,

gerakan tubuh yang ketakutan dan cemas, yang akan meloncat kaget hanya karena mendengar ketuk pelan di pintu,

Kau adalah pertanda dari dirimu sendiri.

Yang kini kumengerti dengan jelas.

 

—Ineke H—

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s