Untuk Anakku

 

“Anakku, ketika kau berjalan di jalan terang dan kebenaran, tegakkan lah kepalamu, tantanglah dunia, dan selalu bicara lah dalam kenyataan dan bukan mimpi.

Namun ketika kau tergelincir dalam jalan kegelapan dan kemunafikan serta kebohongan mengelilingimu, maka tundukkanlah kepalamu sebentar untuk memeriksa jauh ke dalam hatimu sampai kau temukan lagi pelita yang akan menuntunmu kembali ke jalan kebenaran. Lalu kembalilah berjalan. Jangan tengokkan kepalamu lagi ke belakang. Arahkan wajahmu ke depan dan naikkan pundakmu.

Hidup seperti menaiki anak tangga, kau hanya harus terus naik menuju ke atas yaitu sampai saatnya kau dipanggil oleh Sang Pemilik Kehidupan. Ketika kau tengah dilanda masalah atau sedang dalam kesedihan, jangan kau turun dari anak tangga itu, berhenti sajalah dulu untuk mengatur langkah dan menyusun kekuatanmu lagi. Lalu setelah kau kembali kuat, ayunkan langkahmu untuk menaiki anak tangga berikutnya. Tegakkan kepalamu, busungkan dadamu dan panjatlah terus anak tangga itu.

Jangan pernah menyerah, anakku.

Aku akan selalu ada di sini untuk menjagamu agar kau tidak mengambil langkah yang nantinya akan kau sesali dan tak ada jalan untuk kau kembali.

Aku selalu mencintaimu.”

 

Mama

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s