Kucari Dirimu

Pada ketenangan senja ketika kabut mulai turun dan bunyi-bunyian malam mulai terdengar, kembali kucari dirimu. Dirimu yang utuh dalam nurani dan jiwa bersih. 

Dari kejauhan kulihat bayang-bayang kabur yang sebentar nyata sebentar hilang seperti tertutup oleh asap bercampur kabut. Bayang tubuh gagah dari jaman lampau yang tergerus oleh waktu. 

Dari bayangmu itu aku melihat masa lalu, masa depan dan masa kini bertumpukan saling mendahului ditingkahi suara-suara malam dari arah lembah yang membuatku merinding dan menaikkan kerah mantelku. Suara-suara yang dahulu pernah menjadi bagian malamku, yang kini membuatku kedinginan.

Masih kucari dirimu dalam kedinginan menakutkan di senja ini, barangkali masih bisa kurangkul dengan sepenuh cinta yang masih ada di hatiku.

Perlahan udara yang tadi seperti tak bergerak mulai bergerak lagi dan membawa pergi kabut yang menggantung berat yang menutupi pandangku. 

Bayang itu membalikkan badan lalu berjalan pergi menjauh dan yang kulihat hanya punggung kokoh yang dulu sangat kukagumi.

Lalu tinggallah masa kini dan masa depan yang berputar di sekelilingku, tertawa mengejek mengatakan betapa bodohnya. Dan akupun membiarkan diriku terseret ke dalamnya dalam kepasrahan.

 

—Ineke H—

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s