Cerita Sedih

 

Di sini dulu ada sedih terancang yang sudah ditorehkan di langit siang dan langit malam, jangan harap untuk hilang bersih tak bersisa, kadang ada keriaan yang muncul mencoba merobek selaput bening tapi tak tertembus, hanya kilatan-kilatan sesaat yang tak bertahan lama.

Pernah ada sepasang lengan kuat yang memeluk dengan penuh kasih, melegakan kesedihan karena tak lagi ditanggung seorang diri. Merayu dengan kalimat-kalimat ajaib yang melenakan dan membuai bagai tertidur di atas awan-awan empuk. Berharap menyembuhkan luka-luka yang ada dan menjadikannya hanya parut tersembuhkan. Tapi nyatanya hanya sekedar penambah jumlah luka tertoreh.

Kebiasaan ada si penghilang kesedihan yang hanya ada sesaat lalu bergegas pergi seperti laku penipu di malam hari, yang hanya datang ketika tak ada yang terjaga.

Sejumlah tanya yang mengharapkan jawaban tapi tak pernah ada jawaban, lalu dicarinya kesana kemari seperti kesetanan, mengusik mimpi di malam hari dan menghadirkan tangisan panjang bernada sesal. 

Darah yang mengalir di pembuluh darah adalah darah suci pencinta yang tak pernah dinodai oleh sesal dan khianat, meski tragis menyertai setiap denyut yang terasa.

Mungkin ada bintang jatuh malam ini yang menyertai bunyi guntur di kejauhan. Lalu berbagai kisah yang ingin diceritakan hanya berakhir dengan torehan kisah sedih. Dan meneteskan air mata di setiap mata yang mendengarnya.

 

—Ineke H—

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s