Sunyi

 

Ada yang berkata-kata padaku lewat aliran angin yang meniupkan dedaunan kering, daun yang jatuh karena sudah layu dan dilepaskan oleh rantingnya.

Kata-kata yang bila tak kudengarkan dengan baik maka kata-kata itu akan beterbangan kembali tanpa sempat didengar dan dimengerti.

Pohon-pohon juga berkata-kata dengan bahasa yang anehnya dapat kumengerti begitu jelas, yaitu tentang rahasia yang disimpannya di balik lapisan-lapisan kulit batang yang menciptakan lingkaran-lingkaran pertanda tahun yang berlalu.

Di ketinggian langit semua warna menjadi satu, biru. Sedangkan di kejauhan, warna-warna senja bergegas menutupi setiap pemandangan yang ada.

Aku berjalan sendiri ke ujung pelangi, tempat dimana pernah diukir sejuta harapan dalam keranjang rotan yang nyatanya hanya menjadi penegas betapa jauh jarak yang sudah terentang, jarak yang tak mungkin diseberangi.

Jika semua kata-kata harus berakhir dalam sunyi, maka akan kusimpan sunyi itu hingga setiap kesunyian memiliki rasa sakitnya sendiri.

 

—Ineke H—

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s