Kau Ada Dimana-Mana

 

Dimanakah engkau, sayangku? Apakah kau sudah berada di tempat yang indah itu yang bernama surga, tengah bercengkerama dengan para bidadari sambil memandangku dari atas sana?

Kukira kau ada dimana-mana.

Di bukit dan gunung, dimana kuteriakkan namamu dan teriakanku bergema balik semakin menghilang.

Di taman bunga, tempat kucium bunga-bunga yang masih berhiaskan embun dan kubisikkan namamu sembari kukatakan, “Bunga ini seindah dirimu.”

Di awan-awan yang berarak perlahan, yang sesekali mengubah bentuknya menjadi wajahmu yang tengah tersenyum.

Di gelegar guntur kejauhan yang seperti menyatakan kehadiranmu dengan tangga pelangi dan sayap-sayap burung.

Kukira kau juga ada di deburan ombak yang membawakanku belaian lembut di kaki, dan menghembuskan kecupan di hembusan angin asin bersama dengan hangatnya mentari di pipiku.

Kau juga ada di lonceng gereja yang berbunyi tepat lima belas menit sebelum misa dimulai, mengingatkan kembali akan kefanaanku sebagai manusia, yang dapat tersakiti dan tak sempurna.

Kau ada di jalan pulang sementara keheningan menyelimuti malam, dan hanya bunyi-bunyian malam yang menemaniku, kau berjalan dekat di sisiku dan dapat kuhirup wangimu yang senantiasa ada dalam ingatanku.

Dan ketika aku telah sampai di rumah, kau ada dimana-mana.

 

—Ineke H—
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s