Kehidupan

 

Ketika aku miskin dan papa aku menyadari arti dari keadilan dunia ini dan pemahaman yang dalam tentang si kaya dan si miskin, si murah hati dan si tamak, dan akupun mencukupkan diriku dengan apa yang kumiliki dan bukan apa yang kuinginkan, dan aku merasakan kedamaian.

Ketika aku tertimpa musibah dan aku terpuruk dalam kesedihan yang panjang, aku menyadari bahwa aku memiliki kekuatan di dalam diriku sendiri yang tak pernah kusadari kumiliki. Kekuatan yang membawaku melewati kesedihanku dan membuatku kebas akan sakit apapun yang disebabkan oleh dunia ini. Kata-kata yang menjatuhkan semangatku tak lagi mempengaruhiku, aku tetap tegak berjalan meski air mata mengalir perlahan membasahi pipiku. Aku hanya mengusapnya dengan tanganku dan terus berjalan. Kesedihanku menjadi guruku yang utama yang membuatku sekuat hari ini.

Air mata yang kutumpahkan untuk setiap tetesnya memiliki kemurnian karena dia menitik ketika aku tak lagi mampu membendungnya dengan sekuat tenagaku. Dengan air mata ini kubasuh semua kebencian, kemarahan dan hati yang patah. 

Kemiskinan dan kesedihanku adalah maha karya indah yang dilukiskan oleh kehidupan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, yang hanya bisa dirasakan oleh kedalaman hati yang mencintai keheningan.

Sungguh membuatku bersyukur karena memiliki kesedihan dan kemiskinan, memberiku kekuatan untuk menghargai indahnya kehidupan.

 

—Ineke H—
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s