Terima Kasihku Untuk

Terima kasihku untuk,

Kau yang pernah mengatakan mencintaiku lalu mengingkarinya dengan sekejab mata, kaulah yang mengajarkanku arti sebuah cinta tulus sejati yang merekah hanya di hatiku yang sungguh mencintai, meski kau tak mencintai balik.

Kau yang lembut dan tenang dalam menghadapi masalah kehidupan, kau yang mengajarkanku arti legowo dan ikhlas dalam segala sesuatu.

Kau yang tak pernah memperdulikan perkataan orang lain dan tetap menjadi dirimu sendiri, kaulah yang mengajarkanku bagaimana memilah hal-hal yang boleh dipikirkan dan ditindaklanjuti dan hal-hal yang sebaiknya kuacuhkan saja.

Kau yang pandai berbohong dan pandai memainkan kata-kata, kaulah yang mengajarkanku betapa indahnya kejujuran dan betapa nikmatnya memilih kata-kata benar yang tidak menyakiti siapapun. Kau jugalah yang mengajaranku betapa sakitnya dikhianati karena janji-janji palsu, yang menyebabkanku akan selalu menjadi pribadi yang tak pernah ingkar janji, tak gampang berjanji dan menjadi orang yang selalu dapat dipercaya oleh orang lain.

Kau yang selalu berprasangka buruk, sinis dan berpikiran negatif pada segala sesuatu dan pada siapapun, kaulah yang menyadarkanku untuk selalu berpikiran positip, selalu intospeksi diri dan berbicara serta bertingkah laku yang jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan pada orang lain.

Kau yang berbicara kasar dan menggunakan kata-kata kasar, meski sudah kuajak kau untuk bertutur lebih halus, kaulah yang mengajarkanku untuk menaruh empati pada orang lain akibat kata-kata kasar yang telah kuucapkan. Karena kata-kata kasar akan melukai orang yang kuajak bicara.

Kau yang memanfaatkanku atas nama kepentingan dirimu sendiri, kaulah yang telah mengajarkanku bahwa aku harus mandiri, aku harus bertanggung jawab atas semua yang kulakukan dan aku akan selalu berhati-hati pada orang-orang yang seperti ini.

Kau yang sering memainkan dramamu sendiri dalam kehidupan sehari-hari, kaulah yang mengajarkanku akan arti sebuah perjuangan dan hikmah di balik penderitaan. Dan kau juga mengajarkanku bahwa aku tak boleh meminta belas kasihan orang dengan dramaku.

Kau yang selalu berlari dari tanggung jawab akibat perbuatanmu sendiri, kaulah yang mengajarkanku agar berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku, karena setiap perbuatan akan memiliki resiko dan tanggung jawabnya masing-masing. 

Kaulah guruku yang sejati, guru kehidupan.

 

—Ineke H—

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s