Kesepian dalam Keheningan

Keheningan memiliki kelembutan laksana kapas dan membungkusku dalam selimut sutra yang sungguh menenangkan, tapi dia juga menghadirkan kesepian yang bila kuhiraukan maka dia akan membunuhku perlahan di dalam.

Keheninganlah yang menemaniku ketika aku tak sanggup menghadapi keanehan dunia sekaligus teman perjalanan jiwa yang mengangkatku setingkat lebih tinggi.

Bukankah jiwa yang selalu didera kepedihan dan derita diibaratkan seperti teratai yang tetap berbunga di tengah lumpur yang dingin?

Jiwaku yang terpenjara dalam kesedihan, justru melihat lebih jernih ada cinta yang dengan pamrih, ada tega yang menyeruak di dalam kasih, ada dusta yang membuat lidah tak terkontrol, ada ketakpedulian berselimutkan kesombongan, dan ada wajah serupa topeng yang dipakainya.

Aku masih mencari kemurnian di dalam keheninganku, entah kapan dan dimana  akan kutemukan, hingga aku tak sendiri lagi menghadapi kesepian di dalam keheninganku.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s