Anakku

Kusimpan kau dalam pikiranku dan hatiku, agar aku dapat memulai hariku dan mengakhiri hariku setiap hari.

Kaulah harapanku dan kaulah jejakku.

Aku telah melihat kau di masa laluku, di masa kiniku, dan di masa yang akan datangku.

Kau adalah hidupku.

Melaluimu aku belajar untuk mencintai setulus hati tanpa mengharapkan apapun.

Meski terasa berat untukku, satu hari nanti kau akan meninggalkanku, menggapai mimpimu.

Kemanapun langkah dan mimpi membawamu, ingatlah selalu, kau tak pernah sendiri, karena cintaku dan doaku akan selalu ada bersamamu.

 

Telah Kulakukan Segalanya

Aku payungi kau di tengah hujan lebat, kau tampik tanganku hingga payung terlepas dan terbang bersama angin, lalu kau dan aku kebasahan kuyub.

Aku bawakan lilin untuk menerangi malammu yang gulita, kau tiup padam lilin seketika itu juga.

Aku bawakan selimut untuk menghangatkan badanmu yang menggigil, mungkin karena demam, kau singkap selimutku lalu kau buang ke lantai.

Aku bawakan semangkuk sup hangat dan bubur yang gurih untuk menenangkan perutmu yang keroncongan, kau tumpahkan kedua mangkok ke lantai.

Aku seduhkan teh bercampur rempah yang akan menyegarkan hausmu, kau menolak untuk menghirupnya.

Aku kipasi kau di tengah teriknya mentari siang ini, namun kau beranjak pergi.

Ku tenunkan baju hangat dengan initial namamu di dada, kau tak memandang sedetikpun pada baju hangat itu.

Mengapa?

Kukira aku takkan pernah tahu jawabmu.

Mungkin satu saat nanti aku akan menjadi bunga yang mekar mewangi di kuburmu, dan kau takkan berbuat apa-apa lagi untuk menolakku.

 

Rahasiaku

Ketika embun turun menyelimuti dedaunan, pernahkah embun merasa lelah dan tak ingin turun lagi? Dan pernahkah dedaunan menolak pelukan embun?

Bagaikan aliran sungai yang tak pernah henti mengalir, membawa rahasia yang ditumpahkan di hulu, mengalir jauh sampai ke lautan. Bukankah sungai tak pernah mengungkapkan rahasianya, yang telah dia redam jauh di lubuk hatinya?

Aku seperti pengelana yang menadahkan tangan ke langit menikmati hujan rintik turun membasahi bumi, menguarkan bau wangi tanah bagaikan bau kehidupan. Menghilangkan kegelisahan dan kecemasan dan menghadirkan ketenangan. Sambil berjalan kupetik bunga-bunga liar dan kurangkai dalam pelukanku. Namun aku masih mencari tanda-tanda keengganan dari alam yang tengah kunikmati.

Sudah berpuluh hari dan semua sudah menghilang bersama dengan tenggelamnya mentari berpuluh kali. Bagai nyawa yang terbuang sia-sia, melambaikan bendera kuning pertanda bahaya.

Mungkin kucari juga tapi dan jika yang barangkali masih akan kutemui dalam kegagalanku menemukan kejujuran.

Lalu ada hujan yang turun bagai tumpah dari langit, beserta angin ribut yang memekakkan telinga. Hingga cahaya mentari yang hanya selapis, menjadi hilang dan tinggallah remang-remang bagai cahaya lilin di malam gulita.

Kepergian memang hanya sesaat, tapi menimbulkan kehilangan yang mengoreng bernanah. Waktu dan tempat serasa pun hilang.

Lalu bagaikan sungai yang terus mengalir membawa rahasia, jantungkupun masih berdegup karena di sana mengalir aliran rahasia yang masih setia kusimpan.

Rahasia memang sunyi. Tak ramai seperti kebohongan.

Bermain dengan Kenangan

Kulepaskan kenanganku,

kutarik kembali,

lalu kuulur panjang namun talinya tetap kupegang erat,

kutajamkan lagi ingatanku akan saat-saat lalu bersamamu,

kubelai lembut dalam pelukanku,

kadang kubumbui dengan ‘andai’ dan ‘jika saja’, maka semakin tinggilah kenangan ku terbang.

Mungkin harusnya kulepas saja kenanganmu dan tak kutangkap lagi selamanya,

atau mungkin tak kulepaskan kenanganmu selamanya, berdiam nyaman dalam relung hatiku, kuhias dengan bunga aneka warna dan pelangi yang cantik, tak lupa kutaruh lampu warna warni yang akan selalu menyemarakkan hatiku.

Aku tak tahu lagi mana yang harus kulakukan,

seperti aku tak tahu lagi jalan mana yang harus kutempuh,

haruskah aku tetap jalan lurus atau aku memilih jalan yang berkelok-kelok dengan dakian dan turunan yang melelahkan?

Dalam kebingunganku aku hanya duduk saja termenung dan kosong, lalu kututup semua inderaku, karena di luar sana sungguh kejam.

Lalu aku menimang kenanganku akan dirimu, saat menyakitkan, ketika kusaksikan detak jantungmu berhenti sedangkan jantungku masih berdetak.

 

Ineke H.

 

 

 

Mo

 

Mo, kau orang muda yang penuh dengan potensi, kau lucu (bila kau hadir, aku selalu tertawa terbahak-bahak, sungguh menyenangkan bisa tertawa seperti itu), kau pandai bernyanyi (suaramu sungguh merdu dan bervibrasi, aku sungguh senang mendengarnya), kau tampan (wajahmu manis dengan kulit coklat yang tak puas-puas ku memandangnya ) dan kau pandai berkata-kata (sudah berapa kali aku percaya buta pada kata-katamu yang ternyata omong kosong semua yang katamu adalah canda, padahal hidup bukan canda, karena hidup adalah nyata).

Aku sudah mencoba untuk mengingat lagi Mo, ternyata tak ada satupun kata-katamu yang dapat dipercaya, harusnya kau bisa menjadi orang sukses dengan bekal kepandaian berkata-katamu itu Mo. Karena bila aku saja sungguh percaya pada semua yang kau katakan, begitu pula orang lain. Kau hebat, Mo.

Katamu nasib tak berbaik hati padamu, padahal aku yakin bila aku berada di sisimu, aku akan mengubah nasib yang tak baik hati menjadi hanya nasib baik saja, dan segala yang baik akan terjadi padamu. Karena kau tahu Mo, aku adalah penyemangatmu yang sejati, bersama kita bisa menjadi hebat.

Mo, aku sudah tawarkan padamu api dari lilin yang kubawa untuk menerangimu, kau tiup lilin itu. Tak habis pikirku, mengapa Mo?

Tadi malam aku bermimpi, Mo. Mimpiku bilang, sudah lenyap, sudah hilang, sudah tidak ada, lupakan. Pergilah lanjutkan hidupmu.

Aku tertawa, ketika terbangun dan terus tertawa di seluruh sisa hari ini. Aku sudah lupa kapan aku bisa tertawa seperti hari ini. Sungguh melegakan, Mo.

Bahagia Berbagi Bersamamu

 

broken-heart-2

 

Sungguh menyenangkan ketika ada sesuatu yang lucu lalu aku berpaling padamu, pandangan kita bertemu, dan kita tertawa bersama.

Sungguh menyenangkan membagi saat bahagia dan sedih bersamamu, tertawa dan menangis bersamamu.

Sampai kinipun, aku tetap berpaling padamu bila ada yang membuatku tertawa, ingin membaginya bersamamu, meski kau tak ada lagi di sisiku.

 

 

 

 

 

hope

 

Siapa atau apa yang dapat menentukan yang lalu telah berakhir dan yang baru akan dimulai?

Bukan hari, bukan tanggal, bukan ulang tahun, bukan tahun baru.

Tapi suatu kejadian yang akan mengubahmu, memberikanmu harapan, memberikanmu gaya hidup yang baru, meninggalkan gaya hidup yang lama, meninggalkan kenangan lama, melihat dunia dengan mata yang baru.

Tetaplah percaya bahwa hidup akan bermakna bila kau jalani dengan sepenuh hati.