sky.jpg

 

Dulu, aku menaruh harapan pada segala sesuatu dan yakin bila aku setia pada harapanku, maka satu hari nanti dia akan menjadi kenyataan. Karena aku yakin sekali bila aku berjuang untuk mendapatkannya maka aku akan mendapatkannya.

Namun, hari berlalu, dan dunia tak ramah padaku, perlahan-lahan aku tak lagi mempunyai harapan akan segala sesuatu. Aku hanya berjalan mengikuti arah yang sudah ditunjukkan padaku.

Aku masih percaya, bahwa apapun yang kukerjakan dan kulakukan pastinya terhubung oleh kekuatan di luar sana yang jauh lebih besar dari diriku sendiri. Dan aku sungguh percaya aku akan baik-baik saja.

Kukira itu cukup bagiku.

Menjadi Bersyukur

Barangkali merasa bersyukur adalah menyadari yang kubutuhkan, menghargai apa yang kudapatkan, menghargai perjuanganku sebagai seorang manusia dengan segala kekuranganku. 

Berterima kasih pada keramahan di sekitarku, pada kemudahan di sekitarku, pada wajah-wajah yang tersenyum hari ini padaku.

Bersyukur pada hal-hal yang kuketahui dan bersyukur pada hal-hal yang tidak kuketahui dan tak ingin kuketahui.

Merelakan dan melepaskan yang harus kurelakan dan kulepaskan. Meskipun sulit untuk melaluinya dan rasa sakit yang menyertainya bagaikan membakar dadaku. Memperjuangkan segalanya agar tetap sama, tapi pada akhirnya aku harus merelakan dan melepaskan, karena hidup akan tetap berjalan, meski aku bersedia ataupun tidak. Karena kesakitan yang kurasakan membuatku bertumbuh.

Naik turun, sakit sehat, bahagia sedih, berhasil gagal, aku adalah manusia, dan ini harus kujalani hari per hari.

Pada akhir hari, aku hanya perlu bersyukur akan apa yang kudapatkan hari ini, dan bersyukur pada pelukan hangat yang menyambutku untuk menutup hari.

 

 

Aku suka sore

ketika hujan atau ketika tak hujan

sisa-sisa sinar perlahan memudar dari bumi dan kesibukan perlahan mereda.

Aku suka malam

ketika hanya ditemani bintang dan angin

menjadi diriku sendiri dan melamun.

Mengukir kenangan dan memimpikan masa depan.

Hanya bisa disajikan ketika sore dan malam menjelang.

Tik Tok Tik Tok Waktu

 

Tik tok tik tok,

Waktu yang berlalu seakan berbunyi di telingaku, memaksaku menyadari keberadaanku pada saat ini, dan menyeretku dari kubangan kenangan masa lalu yang mengganduli kakiku. Meneriakkan bahwa aku adalah kekuatanku sendiri.

Tapi sayangku, mengapa semuanya diam semuanya sunyi?

Waktulah yang paling pandai mengungkapkan kebenaran meski dia tersembunyi dalam-dalam. Dengan caranya sendiri waktu akan mengangkat semuanya ke permukaan. Terkadang kau dan aku sudah mengerti namun membutakan hati. Bersembunyi dalam ketakutan, kepura-puraan, kemunafikan dan rasa malu.

Membeku dalam saat.

Meski hancur lebur, kita tetap harus melangkah maju, dengan senyuman di wajah.

Bukankah kenyataan selalu menyakitkan? Dan sudahkah kuceritakan padamu, perjuangan ku untuk memahami kenyataan?

Ketika aku tenggelam dalam sesak nafas, memegang hatiku, menyempurnakan sesalku, meneriakkan tolong dan menghapus sisa air mata.

Mengharapkan kedatanganmu yang hanya menyisakan keputus asaan dan ucapan salam dari keheningan.

 

 

 

 

 

Candle-Burning

 

Aku menyesali hal-hal di masa lalu yang harusnya tak kulakukan tapi aku melakukannya karena dibutakan oleh perasaanku,

 

Aku menyesali hal-hal di masa lalu yang harusnya kulakukan tapi aku tak melakukannya karena aku terlalu banyak berpikir,

 

tapi

 

Aku bersyukur pada hal-hal di masa lalu yang harusnya kulakukan dan aku tetap melakukannya karena aku memakai logikaku dan perasaanku, bahwa inilah hal yang memang harus kulakukan.